Pages

Senin, 09 Mei 2011

BAGAIMANAKAH CARA YANG EFEKTIF DALAM MENDIDIK ANAK USIA DINI??

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Menurut pakar pendidikan, usia dini (0 – 6) tahun adalah usia emas yang sangat berpengaruh pada kepribadian anak selanjutnya karena perkembangan IQ, EQ, dan SQ berkembang sampai 80%. Pendidikan anak dini usia bukan sekedar mengetahui tingkat kemampuan atau tingkat perkembangan anak pada setiap tingkat usia tertentu seperti menangis jika merasa terganggu, berteman, bercerita dan lainnya, tetapi harus mengetahui proses perkembangan anak pada semua aspek perkembangan untuk dapat dioptimalkan.

Berikut ini akan saya paparkan cara efektif mendidik anak usia dini yaitu :
  1. Mendidik anak lewat cara bermain
Mereka diajarkan dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain. Tetapi bukan sekadar bermain, tetapi bermain yang diarahkan. Lewat bermain yang diarahkan, mereka bisa belajar banyak; cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa." Lewat bermain, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenang itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam. Contoh, bermain peran sebagai pemadam kebakaran, anak tidak akan mendapat apa-apa jika ia hanya disuruh mengenakan busana dan berlarian membawa selang. Tetapi, guru yang mengerti harus bisa mengajak anak menggunakan otaknya saat si anak berperan sebagai pemadam kebakaran, "Apa yang digunakan oleh pemadam kebakaran, Nak? Bagaimana suara truk pemadam kebakaran yang benar? Apa yang dilakukan pemadam kebakaran?” Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan ditanyakan untuk memancing daya pikir si anak. Di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat seperti memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru.
  1. Mendidik anak usia dini yang dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai keingintahuan
Dengan menanamkan nilai keingintahuan akan menumbuhkan kecerdasan secara kognitif, Menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan seperti kejujuran, kesetiaan, ketaatan dan nilai-nilai luhir lainnya akan menumbuhkan kecerdasan berperilaku. Dengan membiarkan anak bermain sesuai kemampuan dan bakatnya akan menumbuhkan keterampilan psikomotorik anak, baik psikomotorik kasar maupun psikomotorik halus.
  1. Pendekatan pada saat anak bermain sendiri atau berkelompok
Orangtua maupun tenaga pendidik bisa menjadi teman bermain, mengarahkan serta mengajak anak berfikir menggunakan logika dan membedakan mana yang baik dan yang tidak baik. Namun itu tidak dengan serta merta tetapi dapat dihasilkan dalam proses yang berulang-ulang.
  1. Melibatkan anak dalam menentukan kegiatan
Hal ini sangat berpengaruh untuk menjadikan anak berperan aktif, menaruh minat, mencoba ide, bercerita tentang apa yang dilakukannya. Meskipun telah dirancang sedemikian rupa, anak tetap berkesempatan untuk mengambil keputusan memilih bahan dan kegiatan. Pendidik dan orangtua bertindak sebagai partner yang menaruh minat pada apa yang dilakukan anak. Mengamati, mendengarkan, berinteraksi, membesarkan hati anak, membantu memecahkan masalah dan selalu menghargai tindakan anak.
  1. Mendongeng dan bercerita
Merupakan salah satu cara mendidik anak yang paling efektif karena bercerita adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh pada jiwa manusia.
Di Inggris pernah ada penyebaran angket kepada orang-orang dewasa. Ternyata, di masa kanak-kanak, mereka merasa sangat bahagia tatkala orang tua membacakan buku atau cerita
Metode itu efektif karena cerita lebih berkesan dari pada sekedar nasehat murni. Dengan demikian, pesan yang terkandung terekam lebih kuat dalam memori sang anak. Kedekatan Emosional Metode bercerita itu juga penting dilakukan oleh guru kepada murid-murid pendidikan anak usia dini (PAUD). Pasalnya, cerita bermanfaat membangun kedekatan emosional antara pendidik dengan anak, membangun imajinasi dan fantasi, dan membantu proses peniruan perbuatan baik pada tokoh dalam cerita.
  1. Guru juga bisa mendidik dengan bernyayi dan menggambar. Nyanyian akan membuat anak lebih tertarik. Adapun gambar mampu memberi pesan lebih dalam. Dia menyontohkan gambar monyet yang sedang memakan pisang dengan tangan kiri. "Sambil menggambar, kita bisa menyampaikan pesan, kalau makan dengan tangan kiri itu tidak sopan, nanti mirip monyet," katanya.
Kebutuhan utama seorang anak adalah mendapatkan perhatian dari orang-orang yang paling dekat dengannya. Karena inilah yang akan mempengaruhi kehidupan pribadi anak. Peran yang dimainkan juga menjadi akar untuk pertumbuhan selanjutnya. Pengasuhan yang utama adalah orangtua.
Tenaga pendidik pada pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan peran yang dilakukan dengan kemampuan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada anak untuk menggantikan peran orang tua. Tenaga pengasuh dan pendidik perlu memiliki pengetahuan tentang tahap tumbuh kembang anak dan kecerdasan memahami situasi anak didik maupun dalam menerapkan kegiatan bagi anak yang berada di bawah asuhannya. Untuk itu tenaga pendidik harus dapat merancang kegiatan yang mampu merangsang kemampuan anak berkreasi dan berimajinasi.
Jika anak diberi gizi seimbang, diperhatikan kesehatannya, dan diberi rangsangan psikososial oleh orangtua dengan kasih sayang dan memberi kesempatan belajar sambil bermain, maka kecerdasan anak akan optimal. Untuk itu peran orangtua adalah kembali menjadi aktor utama untuk menjadi model yang dapat menjadi teladan bagi anak. Karena rumah dan keluarga adalah yang paling bertanggung jawab dalam membentuk anak menjadi sesuai yang diharapkan.


Sumber :
http://wineto.smkn1pengasih.net/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=26


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar